Komdigi Tekankan Pentingnya Pers Berkualitas dalam Menjaga Kebenaran Informasi dan Nilai HAM

BacaHukum.com – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa keberadaan pers yang berkualitas sangat penting dalam menjaga kebenaran informasi sekaligus mendukung pembangunan peradaban yang menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM), terutama di tengah derasnya arus informasi pada era digital saat ini.

Menurutnya, sejak lama profesi jurnalis dipandang sebagai bagian dari pembela HAM karena peran mereka dalam mengungkap berbagai pelanggaran hak asasi manusia serta melakukan pengawasan terhadap jalannya kekuasaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Nezar Patria saat menghadiri kegiatan Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM yang diselenggarakan oleh Kementerian Hak Asasi Manusia di Jakarta Pusat, Rabu (11/03/2026).

Peran Jurnalis Sebagai Pembela HAM

Dalam kesempatan itu, Nezar menjelaskan bahwa peran jurnalis dalam memperjuangkan nilai-nilai HAM telah diakui oleh berbagai lembaga, termasuk Komisi Nasional Hak Asasi Manusia.

Ia menyebutkan bahwa wartawan memiliki kontribusi penting dalam menyampaikan laporan mengenai pelanggaran HAM, sekaligus berfungsi sebagai pengawas terhadap kebijakan dan praktik kekuasaan.

“Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pernah menyebut bahwa jurnalis termasuk human rights defenders. Wartawan berperan melaporkan pelanggaran HAM, menjadi pengawas terhadap kekuasaan, serta mendorong advokasi bagi masyarakat yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia,” ujarnya.

Perubahan Lanskap Media di Era Digital

Nezar juga menyoroti perubahan besar yang terjadi dalam dunia media akibat perkembangan teknologi digital dan maraknya penggunaan media sosial.

Jika sebelumnya pembentukan opini publik lebih banyak dipengaruhi oleh media arus utama, kini masyarakat melalui media sosial juga memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik.

Namun, ia mengingatkan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya karena tidak melalui proses verifikasi yang ketat sebagaimana dilakukan oleh media profesional.

“Dulu media mainstream yang membentuk opini publik, sekarang media sosial juga ikut membangun persepsi. Dalam kondisi seperti ini, sesuatu yang salah bisa terlihat benar dan yang hitam bisa tampak putih,” katanya.

Pentingnya Jurnalisme Berkualitas

Dalam situasi tersebut, Nezar menilai jurnalisme berkualitas menjadi semakin penting karena mengedepankan prinsip verifikasi dan akurasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Ia menekankan bahwa media yang menjalankan standar jurnalistik dengan baik akan mampu menjaga kepercayaan publik serta memastikan informasi yang beredar tetap dapat dipertanggungjawabkan.

Harapan Terhadap Kolaborasi Media dan Pemangku Kepentingan

Nezar juga berharap adanya kerja sama yang lebih kuat antara media dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang HAM guna menciptakan ekosistem informasi yang sehat.

Kolaborasi tersebut dinilai dapat membantu memperkuat demokrasi sekaligus mendorong pembangunan peradaban yang menghormati nilai-nilai kemanusiaan.

“Melalui program kolaborasi antara media dan agenda pembangunan HAM ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem media yang sehat sehingga arus informasi di ruang publik mampu mendukung demokrasi, melindungi hak asasi manusia, serta memperkuat peradaban Indonesia yang menjunjung tinggi nilai kebenaran dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Editor: Tim BacaHukum

Sumber: dikutip dari KOMDIGI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top