BACAHUKUM.COM, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam upaya transformasi digital manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN). Langkah ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai replikasi sistem pengelolaan manajemen ASN milik Pemkot Surabaya, Jumat (23/01/2026).
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Kepala BKPSDMD Kota Jambi, Rizalul Fikri, dan Kepala BKPSDMD Kota Surabaya, Ira Tursilowati, serta disaksikan langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, bersama Wali Kota Surabaya Dr. Eri Cahyadi, S.T., M.T., di Balai Kota Surabaya.
Wali Kota Maulana menjelaskan bahwa melalui kerja sama ini, Pemkot Jambi akan mengadopsi sistem Manajemen Talenta yang memungkinkan setiap ASN memiliki akun kinerja pribadi. Hal ini bertujuan agar pimpinan daerah dapat memonitor performa pegawai secara langsung dan real-time.
“Ini adalah tahapan yang memiliki manfaat besar. Setiap ASN nantinya punya akun masing-masing, sehingga saya bisa langsung memonitor kinerjanya. Kami sudah mengirim tim IT, Inspektorat, hingga Staf Ahli untuk mempelajari teknisnya selama dua hari di sini sebelum MoU dilakukan,” ujar Maulana.
Selain manajemen ASN, Maulana mengungkapkan ketertarikannya untuk mempelajari strategi Pemkot Surabaya dalam memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mengingat status Jambi sebagai kota perdagangan dan jasa, kemandirian ekonomi melalui peningkatan PAD menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik kolaborasi ini. Ia menjelaskan bahwa sistem yang direplikasi Jambi fokus pada performance individu, bukan sekadar organisasi.
“Melalui sistem ini, bisa dilihat beban kerja dan tingkat keberhasilan setiap individu secara objektif. Insya Allah, kami juga akan belajar dari Kota Jambi, salah satunya mengenai pengelolaan wisata susur sungai yang berdampak pada ekonomi warga,” tutur Eri Cahyadi yang juga menjabat sebagai Ketua APEKSI.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Surabaya melalui BKPSDMD akan memberikan pelatihan, pendampingan, hingga monitoring berkala untuk memastikan implementasi sistem di Kota Jambi berjalan optimal. Maulana pun berencana mengundang tim ahli dari Surabaya untuk meluncurkan sistem ini secara resmi di Kota Jambi dalam waktu dekat.

