Coach Noe Bekali Ustadz–Ustadzah SIT Nurul Hikmah Strategi Media Sosial 5.0 untuk Dakwah Digital

BACAHUKUM.COM, JAMBI — Arus perkembangan teknologi yang kian pesat menuntut para pendidik untuk tidak sekadar menjadi penonton, tetapi juga pemain aktif yang bijak. Menjawab tantangan tersebut, Sekolah Islam Terpadu (SIT) Nurul Hikmah menggelar pelatihan eksklusif: “Media Sosial 5.0 untuk Dakwah Digital” dengan menghadirkan Coach Noe sebagai mentor utama.

Transformasi Pesan: Dari Teori ke Aksi Nyata

Pelatihan ini dirancang secara interaktif. Para ustadz dan ustadzah tidak hanya disuguhkan teori, tetapi juga terjun langsung dalam sesi praktik. Tujuannya jelas: memastikan setiap pendidik mampu mengemas pesan kebaikan secara efektif, positif, dan berdampak luas di jagat maya.

Coach Noe, yang dikenal sebagai penulis sekaligus pelatih kebugaran Islami, menegaskan bahwa media sosial adalah “mimbar baru” yang sangat kuat jika dikelola dengan strategi yang tepat.

“Di era digital, pesan yang baik bisa kalah jika tidak dikemas dengan cara yang relevan. Media sosial 5.0 menuntut kita memadukan nilai, empati, visual, dan teknologi—termasuk pemanfaatan AI—agar pesan kebaikan benar-benar sampai dan menggerakkan,” ungkap Coach Noe.

Lima Pilar Utama Pelatihan

Dalam sesi intensif tersebut, para peserta dibekali dengan lima materi esensial untuk menguasai ekosistem digital:

1. Prinsip Dasar Media Sosial 5.0: Memahami pergeseran tren dari sekadar konten menjadi koneksi yang manusiawi.

2. Strategi Konten Edukatif: Teknik menyusun narasi yang inspiratif dan tidak membosankan.

3. Desain Visual Efektif: Pengantar estetika digital agar konten lebih memanjakan mata.

4. Optimalisasi AI (Artificial Intelligence): Memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai asisten kreatif, tanpa menghilangkan sentuhan manusiawi.

5. Workshop Produksi: Praktik langsung menciptakan konten siap unggah yang berkualitas.

Membawa Nilai Islam ke Ruang Digital

Antusiasme luar biasa terpancar selama sesi diskusi. Para peserta menyadari bahwa media sosial adalah sarana untuk memperluas jangkauan dakwah dan pendidikan melampaui batas ruang kelas, tanpa sedikit pun melunturkan nilai-nilai keislaman.

Melalui pelatihan ini, SIT Nurul Hikmah berharap para ustadz dan ustadzah dapat tampil lebih percaya diri sebagai konten kreator edukatif. Harapannya, mereka mampu menghadirkan konten yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga menyejukkan dan memberikan pengaruh positif bagi masyarakat luas di tengah hiruk-pikuk dunia digital.

Sumber: SuaraParlemen.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top