BACAHUKUM.COM, SLAWI – Politeknik Purbaya menunjukkan komitmen nyatanya dalam menghadapi gelombang teknologi masa depan. Bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek) serta Komisi X DPR RI, kampus ini sukses menggelar “Workshop Purbaya 2025” di Grand Dian Hotel Slawi, Senin (22/12/2025).
Fokus utama kegiatan ini adalah memperkuat kompetensi digital berbasis Kecerdasan Buatan (AI) bagi dosen dan mahasiswa guna mencetak lulusan vokasi yang siap tempur di industri modern.
Sinergi Triple Helix untuk Kemajuan Daerah
Hadir sebagai pembicara kunci, Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menegaskan bahwa pendidikan vokasi adalah garda terdepan dalam merespons disrupsi teknologi. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi Triple Helix (Akademisi, Pengusaha, dan Pemerintah) untuk mengoptimalkan potensi daerah.
“Tren pertanian dan produk unggulan daerah saat ini mutlak memerlukan sentuhan teknologi AI. Ini bukan lagi pilihan, melainkan keniscayaan bagi kemajuan individu maupun lembaga,” ungkap Fikri.
Melawan ‘Brain Rot’ dengan Berpikir Kritis
Direktur Politeknik Purbaya, Muhammad Nursyams Hilmi, menekankan bahwa penguasaan AI di bidang pembuatan konten dan pemasaran digital menjadi prioritas kurikulum saat ini. Namun, ia juga memberikan peringatan keras mengenai tantangan mental di era digital, yaitu fenomena brain rot.
Hilmi menjelaskan bahwa paparan informasi instan yang terlalu cepat dapat menurunkan kemampuan fokus manusia. Sebagai solusinya, ia mengajak peserta untuk kembali pada kebiasaan membaca mendalam (deep reading).
Logika vs Fakta: AI bisa memberikan fakta kilat, namun tidak bisa memberikan logika berpikir.
Kualitas Prompt: “Kita tidak bisa memberikan perintah (prompt) yang cerdas kepada AI jika kepala kita kosong,” tegas Hilmi.
Etika Digital dan Produktivitas Tinggi
Tak hanya soal teknis, aspek karakter juga menjadi sorotan. Aditya Tegar Satria dari LLDIKTI Wilayah VI mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika dan jejak digital sebagai modal profesionalisme di masa depan.
Di sisi praktis, pakar AI Toto Sudibyo membagikan strategi produktivitas bagi para wirausaha muda. Ia memperkenalkan teknik pengelolaan waktu agar produksi konten tetap maksimal tanpa mengorbankan kualitas fokus:
1. Metode Pomodoro: 25 menit fokus bekerja, 5 menit istirahat.
2. Sistem Batching: Memproduksi konten dalam satu waktu sekaligus untuk kemudian dijadwalkan unggah secara berkala.
Membangun Kurikulum Adaptif
Lokakarya yang diikuti oleh 100 peserta dari kalangan dosen dan mahasiswa ini menjadi tonggak bagi Politeknik Purbaya untuk terus memperbarui kurikulum yang adaptif. Dengan kesiapan teknologi dan ketajaman logika, lulusan Purbaya diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemain utama dalam ekonomi digital global.
Sumber: SuaraParlemen.co

