BacaHukum.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan tegas kepada seluruh jajaran pemerintahannya, mulai dari tingkat menteri hingga kepala daerah, agar tidak terjadi penyelewengan dana bantuan yang dialokasikan untuk wilayah terdampak bencana di Sumatra.
Pesan ini disampaikan oleh Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) bersama para menteri dan kepala daerah yang wilayahnya dilanda bencana Sumatra, pada Minggu (7/12/2025) malam.
Rapat tersebut dilaksanakan segera setelah kunjungan kerja Presiden ke Provinsi Aceh, di mana ia meninjau beberapa lokasi terdampak, termasuk memantau perkembangan pembangunan Jembatan Bailey Teupin Mane yang berada di jalur vital Bireuen Takengon, Kabupaten Bireuen.
“Saya ingatkan tidak boleh ada penyelewengan, tidak boleh ada korupsi di semua entitas pemerintahan!” kata Prabowo.
“Karena ini buktinya kita butuh setiap kemampuan kita, kita butuh setiap uang kita untuk menghadapi dan mengatasi kesulitan rakyat.”
Bencana Ekologis dan Sanksi Tegas
Sebagaimana diketahui, tiga provinsi besar di Pulau Sumatra, yaitu Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh, telah dilanda rangkaian banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November 2025 lalu.
Bencana yang dikategorikan sebagai bencana ekologis ini telah mengakibatkan korban jiwa, dengan catatan ratusan orang meninggal dunia dan hilang. Selain itu, ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dan timbul kerugian materiil yang besar.
Presiden Prabowo Subianto secara tegas menyentil praktik korupsi, memperingatkan agar tidak ada pejabat yang memanfaatkan musibah bencana sebagai ajang untuk memperkaya diri sendiri.
Mantan Menteri Pertahanan RI tersebut mengingatkan para pejabat untuk melakukan pengawasan ketat terhadap jajaran di bawahnya dan seluruh proyek yang menjadi tanggung jawab mereka guna mencegah penyelewengan dana. Ia juga menyatakan kesiapan untuk menindak keras jika ditemukan kasus korupsi di tengah bencana.
“Jadi, ini salah satu, saya ingatkan kembali semua menteri, semua pejabat, semua pimpinan waspada. Periksa jajaranmu, periksa proyek-proyek yang kalian bertanggung jawab,” ujarnya.
“Saya tidak mau ada pihak-pihak yang menggunakan bencana ini untuk memperkaya diri.”
“Saya akan tindak sangat keras. Jangan ada mencari keuntungan di tengah penderitaan rakyat.”
“Jadi kepolisian, semua pihak, periksa pemda ya kan catat kalau ada yang nakal-nakal melipat gandakan harga dan sebagainya,” tegas Prabowo.
Editor: Tim BacaHukum
Sumber: dikutip dari Tribunnews

