BacaHukum.com, Batang Hari – Pengerjaan preservasi Jembatan Muara Tembesi (Jembatan Desa Pelayangan) yang dianggarkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, dikelola oleh Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah Provinsi Jambi, kini menuai pertanyaan.
Berdasarkan pantauan tim bacahukum.com di lapangan dan hasil investigasi dengan sejumlah sumber (warga setempat) pada Minggu (13/07/2025), proyek infrastruktur jembatan ini menggunakan anggaran negara senilai Rp8.593.476.000.
Pada papan informasi pekerjaan tertera Nomor Kontrak: HK.02.01/Bb4.5/PPK-1.5/505/2025, dengan durasi pelaksanaan 210 Hari Kalender (7 Bulan). Sumber dana berasal dari APBN Tahun 2025, dan pelaksana pekerjaan adalah kontraktor CV. Cakra Batanghari.
Namun, merujuk pada informasi tersebut, masyarakat setempat khususnya aktivis dan pengawas kebijakan publik mempertanyakan progres pekerjaan yang kini terlihat tidak ada aktivitas lagi.
“Seingat saya, aktivitas pekerjaan hanya berlangsung dari akhir April hingga Mei 2025. Setelah itu, tidak ada lagi kegiatan. Pertanyaannya, apakah proyek ini sudah selesai hanya dalam waktu satu bulan dengan anggaran delapan miliar lebih?” ujar seorang aktivis Batanghari saat berdiskusi.

“Jembatan yang panjangnya hanya sekitar 400 meter itu, masak iya menghabiskan anggaran APBN sebanyak itu, padahal pekerjaannya hanya mengaspal permukaan jembatan,” sambungnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, hasil pekerjaan yang baru berusia sekitar satu setengah bulan itu sudah menunjukkan kerusakan, seperti lubang di permukaan aspal.
“Coba lihat sendiri, pekerjaannya asal-asalan. Dana miliaran, tapi aspalnya bergelombang dan terlihat jelas sambungannya. Bahkan, ada batu kasar yang muncul ke permukaan,” ungkap salah seorang tokoh pemuda setempat.
Saat awak media bacahukum.com berupaya mengonfirmasi ke kantor Balai Jalan Nasional (BJN) di Pasir Putih, Kota Jambi, seorang resepsionis menyatakan bahwa seluruh pejabat sedang bertugas di Merlung.
“Saat ini semua petingginya sedang ke lapangan, Bang. Mereka ke Merlung kalau tidak salah. Silakan isi buku tamu dulu dan cantumkan nomor HP, nanti akan saya sampaikan,” kata seorang petugas yang berjaga, Selasa (15/07/2025).
