Pasca Kejagung dan KPK, GERTAK Datangi Redaksi Media Tempo dan ICW Minta Atensi Kontrol Sosial Skandal JCC

BacaHukum.com, Jakarta – Cukup. Waktu untuk diam dan bernegosiasi sudah habis. Gerakan Terpadu Anti Korupsi (GERTAK) Jambi tidak datang ke Jakarta untuk bersilaturahmi. Mereka datang untuk menuntut. Setelah mendesak Kejaksaan Agung dan KPK, kini giliran redaksi Tempo dan ICW yang diserbu. Publik harus turun tangan. Kontrol sosial wajib digerakkan. Skandal korupsi tanah aset Pemkot dan pembangunan gedung Jambi City Centre tidak boleh lagi menguap tanpa kejelasan.

GERTAK memperluas tekanan. Tidak ada ruang untuk aparat yang bermain mata. Desakan ini adalah tamparan keras bagi penegak hukum yang masih setengah hati. Syarif Fasha, eks Wali Kota Jambi dua periode, adalah aktor utama. Ia wajib segera ditetapkan sebagai tersangka. Titik. Tidak ada tawar-menawar. Konspirasi di balik pembusukan proyek JCC harus dirobek sampai telanjang.

Kejaksaan Tinggi Jambi diduga sudah tidak mampu membuktikan diri. Surat resmi yang dilayangkan hanya ditelan bumi. Diam mereka adalah pengkhianatan. GERTAK menolak proses yang bertele-tele. Tuntutannya satu: panggil paksa, periksa tanpa ampun, jerat dengan pasal maksimal. Hentikan sandiwara hukum.

“KPK harus turun tangan penuh. Kejagung sudah kami paksa. Sekarang giliran KPK. Jangan ada lagi keraguan. Jangan ada perlindungan. Panggil Syarif Fasha sekarang juga. Periksa habis-habisan. Aset JCC milik rakyat Jambi digadaikan ke Bank Sinarmas dengan restu Fasha. Itu kejahatan terang benderang. Tidak bisa ditoleransi. Tidak boleh ada kompromi,” tegas perwakilan GERTAK di Jakarta.

GERTAK tidak sekadar bicara. Mereka membawa daftar. Daftar nama yang sudah seharusnya menyandang status tersangka. Bukan lagi saksi. Ini dia:

  1. Syarif Fasha, eks Wali Kota Jambi. Penanggung jawab utama. Dialah yang merestui penggadaian aset publik. Kerugian negara masif. Ia harus bertanggung jawab penuh.
  2. Direksi PT. Bliss Properti Indonesia Tbk dan pejabat Pemkot Jambi periode terkait. Mereka bukan penonton. Mereka fasilitator dan eksekutor tindakan melawan hukum. Sama berdosanya.

Tempo dan ICW tidak boleh tinggal diam. Media dan organisasi pengawas adalah benteng terakhir kontrol sosial. Soroti perkara ini setajam mungkin. Jangan biarkan skandal ini tenggelam. Publik sudah muak. Jika aparat terus loyo, rakyat akan menjadi hakim. GERTAK tidak akan berhenti. Hari ini Tempo dan ICW, besok seluruh kekuatan rakyat bergerak. Keadilan harus ditegakkan. Apapun risikonya.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi belum mendapatkan tanggapan dari eks walikota Jambi. Redaksi juga membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada pihak terkait, baik Syarif Fasha, maupun Kejati Jambi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top